Sharing Knowledge Lubricants & Lubricants System

Sharing Knowledge Lubricants & Lubricants System

Foto bersama seluruh peserta kegiatan Sharing Knowledge Lubricants & Lubricants System  16 April 2025.

Pada hari Rabu, 16 April 2025, telah dilaksanakan kegiatan Sharing Knowledge bertema “Lubricants & Lubricants System” yang diadakan di ruang training internal. Acara ini diikuti oleh tim maintenance dan engineering yang antusias memperdalam pengetahuan tentang dunia pelumas industri.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bapak A. Noviardy Latief selaku Principal SINOPEC Lubricants Indonesia dan Mr. Leonard Chuah selaku International OEM Business SINOPEC Lubricant Singapore PTE Ltd. Keduanya berbagi insight tentang berbagai jenis pelumas, peran krusial pelumas dalam menjaga performa mesin, hingga pentingnya sistem pelumasan yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan memperpanjang usia peralatan.

Selain pemaparan teori, sesi ini juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai tantangan nyata di lapangan, seperti cara memilih pelumas sesuai kebutuhan, teknik pemantauan kondisi pelumas, dan metode diagnosis sistem pelumasan.

Acara ini menjadi ajang untuk meningkatkan kompetensi teknis sekaligus memperkuat kolaborasi tim. Ilmu yang diperoleh diharapkan langsung diimplementasikan dalam operasional sehari-hari, sehingga mampu memaksimalkan kinerja mesin, mengurangi downtime, dan mendorong produktivitas ke level yang lebih tinggi.

Sebagai penutup, seluruh peserta berfoto bersama, membawa pulang semangat baru untuk terus berkembang dan berinovasi.

Sumber:
Dokumentasi kegiatan Sharing Knowledge Lubricants & Lubricants System, 16 April 2025.

Gebrakan Baru SINOPEC Gandeng PT. Indomas Sukses Abadi Kuasai Pasar Pelumas Indonesia

Gebrakan Baru SINOPEC Gandeng PT. Indomas Sukses Abadi Kuasai Pasar Pelumas Indonesia

(SINOPEC atau  China Petroleum & Chemical Corporation Kantor Pusat di Beijing Tiongkok. Credit: Sinopec.com)

Raksasa Global Masuk ke Indonesia

Industri pelumas untuk sektor industri, smelter, mining, dan marine di Indonesia kedatangan pemain besar. SINOPEC Lubricants adalah salah satu produsen pelumas terbesar di dunia asal Tiongkok, kini resmi memperluas jangkauannya ke pasar Indonesia.

Yang menarik, langkah ekspansi ini dilakukan dengan menggandeng perusahaan nasional PT. Indomas Sukses Abadi sebagai distributor resminya di tanah air.

Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar pelumas industri Indonesia memiliki potensi besar dan tengah menjadi fokus utama perusahaan pelumas global.

Siapa Itu SINOPEC?

SINOPEC atau China Petroleum & Chemical Corporation adalah perusahaan energi dan kimia terbesar di Asia, dan menduduki peringkat 4 besar Perusahaan minyak dan gas dunia dalam Fortune Global 500 dan pada tahun 2024. SINOPEC Lubricants, dikenal sebagai produsen pelumas dengan teknologi tinggi dan kualitas kelas dunia, yang produknya digunakan mulai dari kendaraan ringan, mesin-mesin berat di industry, peralatan tambang, mesin perkapalan hingga pesawat luar angkasa.

Masuknya SINOPEC ke Indonesia membawa standar baru dalam kompetisi pelumas industri yakni kombinasi antara performa tinggi dan efisiensi biaya.

Peran Strategis PT. Indomas Sukses Abadi

Sebagai mitra resmi, PT. Indomas Sukses Abadi ditunjuk untuk menangani distribusi, edukasi pasar, pengembangan jaringan penjualan, serta layanan pelanggan di seluruh Indonesia.

Perusahaan ini telah memiliki reputasi kuat di sektor industri, smelter, pertambangan (mining), dan kelautan (marine). Kolaborasi ini memperkuat posisi Indomas sebagai distributor strategis pelumas industri berskala nasional.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan memberikan nilai tambah yang besar bagi pelaku industri di Indonesia dalam perkembangan ekonomi nasional,” ujar Ali, Key Account Executive PT. Indomas Sukses Abadi.

Kenapa Kerja Sama Ini Layak Disorot?

Kerja sama antara SINOPEC dan PT. Indomas Sukses Abadi bukan hanya sebatas distribusi. Ini adalah langkah transformasional yang membawa berbagai keuntungan nyata untuk sektor industri di Indonesia:

  1. Transfer Teknologi dan Standar Global. Produk SINOPEC mengadopsi teknologi pelumasan termutakhir yang telah digunakan di berbagai proyek besar dunia. Ini berarti standar pelumas nasional akan ikut meningkat.
  2. Efisiensi Biaya Tanpa Kompromi Kualitas. Pelumas dengan performa tinggi biasanya mahal. Namun, SINOPEC menghadirkan alternatif berkualitas premium dengan harga lebih kompetitif, membuka jalan bagi industri untuk mengurangi biaya operasional tanpa menurunkan kualitas.
  3. Peluang Kemitraan Bisnis. PT. Indomas Sukses Abadi akan membangun jaringan distribusi nasional yang melibatkan supplier lokal, agen, hingga sektor logistik, membuka peluang kerja sama di berbagai titik rantai pasok.
  4. Kontribusi terhadap Efisiensi Energi Nasional. Pelumas berkualitas tinggi membantu memperpanjang usia mesin, mengurangi downtime, serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi yang merupakan faktor penting dalam sektor industri, pertambangan dan perkapalan.

Jenis Produk yang Akan Dihadirkan

Beberapa produk unggulan SINOPEC yang akan segera beredar di pasar Indonesia meliputi:

  • SINOPEC Diesel Engine Oil: Pelumas mesin diesel heavy-duty untuk alat berat dan kendaraan operasional di sektor industri dan pertambangan.
  • SINOPEC Turbine Oil: Pelumas premium untuk semua jenis mesin turbin di sektor pembangkit energi dan pabrik besar.
  • SINOPEC Antiwear Hydraulic Oil: Dirancang untuk sistem hidrolik bertekanan tinggi di sektor smelter, manufaktur, dan konstruksi berat.
  • SINOPEC Gear Oil: Pelumas untuk sistem roda gigi dan transmisi industri dengan ketahanan tinggi terhadap tekanan ekstrem.
  • SINOPEC Grease: Varian gemuk industri dengan formulasi untuk suhu tinggi, beban berat, dan kondisi ekstrem. Cocok untuk mesin berat di smelter dan pabrik baja serta industri lainnya.
  • SINOPEC Marine Lubricants: Pelumas khusus kapal laut dan sistem marine, mulai dari mesin utama hingga auxiliary system. Diformulasikan untuk memenuhi standar IMO dan lingkungan laut ekstrem.

Semua produk ini telah lulus uji standar internasional seperti API, ISO, serta OEM approvals dari berbagai manufaktur peralatan ternama.

Komitmen Jangka Panjang

PT. Indomas Sukses Abadi menegaskan bahwa kemitraan ini bersifat jangka panjang. Beberapa langkah konkret yang sudah disiapkan antara lain:

  • Pembangunan gudang distribusi regional
  • Pelatihan teknisi industri dan tim maintenance
  • Edukasi pasar terkait performa pelumas dan dampaknya terhadap efisiensi mesin

Dalam waktu dekat, akan diluncurkan pula program edukasi langsung ke pabrik dan perusahaan, untuk memperkenalkan cara kerja pelumas modern, aplikasi penggunaan serta manfaat ekonomisnya.

Pandangan Industri: Indonesia Jadi Sasaran Investor

Indonesia saat ini menjadi pasar strategis bagi produsen pelumas global. Dengan pertumbuhan sektor energi, smelter, pertambangan, dan maritim yang terus meningkat, kebutuhan akan pelumas berkualitas tinggi juga makin mendesak.

Masuknya SINOPEC melalui jalur resmi adalah bukti bahwa Indonesia bukan lagi hanya pasar konsumen, tapi bagian dari peta penting strategi ekspansi industri global.

Penutup: Menuju Era Baru Pelumas Industri di Indonesia

Kerja sama antara SINOPEC dan PT. Indomas Sukses Abadi menjadi langkah penting dalam menghadirkan pelumas kelas dunia untuk sektor industri nasional. Dengan standar internasional, harga kompetitif, dan jaringan distribusi lokal yang kuat, Indonesia kini memasuki era baru pelumasan industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Sektor industri, smelter, mining, dan marine kini memiliki alternatif baru yang lebih tangguh, terjangkau, dan terpercaya.

Sumber: Siaran Pers Resmi PT. Indomas Sukses Abadi

PGE dan Sinopec Bekerja Sama Kembangkan Energi Panas Bumi Ramah Lingkungan

PGE dan Sinopec Bekerja Sama Kembangkan Energi Panas Bumi Ramah Lingkungan

(MoU antara PGE dan Sinopec Star Jalin Kemitraan Strategis untuk Memajukan Pengembangan Energi Panas Bumi)

PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), anak usaha dari Subholding Power & New Renewable Energy milik PT Pertamina (Persero), resmi menjalin kemitraan strategis dengan Sinopec Star Co., Ltd.—unit bisnis dari China Petrochemical Corporation (Sinopec Group). Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi (geothermal) yang lebih ramah lingkungan.

Kolaborasi antara PGE dan Sinopec mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan langsung dan tidak langsung energi panas bumi hingga penjajakan peluang proyek hidrogen hijau, baik di Indonesia, Tiongkok, maupun pasar global lainnya.

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kontribusinya terhadap transisi energi bersih di Indonesia.

“Kami ingin mempercepat inovasi dan ekspansi pengembangan energi panas bumi dengan memanfaatkan keunggulan teknologi dan pengalaman yang kami miliki,” ungkap Julfi dalam pernyataan resmi pada Selasa, 18 Februari 2025.

Presiden Sinopec Star, Fan Chuanhong, turut menyambut positif kerja sama ini. Ia menekankan bahwa energi panas bumi menjadi elemen penting dalam portofolio energi terbarukan perusahaan.

“Kemitraan ini membuka peluang bagi pertukaran teknologi dan keahlian yang saling melengkapi, serta mempercepat pertumbuhan energi berkelanjutan di Indonesia dan negara-negara lainnya,” jelas Fan Chuanhong.

Dalam proyek kolaboratif ini, Sinopec Star akan membawa pengalamannya dalam memanfaatkan panas bumi bersuhu rendah hingga menengah untuk sistem district heating serta teknologi pengembangan hidrogen ramah lingkungan (hydrogen plant).

Di sisi lain, PGE memiliki kapabilitas kuat dalam pemanfaatan panas bumi bersuhu tinggi untuk keperluan pembangkitan listrik skala besar di Indonesia.

Sinergi antara PGE dan Sinopec diharapkan dapat menghadirkan integrasi teknologi dan efisiensi dalam pemanfaatan cascading energy, serta membuka jalan menuju berbagai inovasi beyond energy dalam sektor energi terbarukan.

Sumber : Siaran Pers Resmi PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), 18 Februari 2025

Pertamina dan Sinopec Perkuat Kerja Sama untuk Mendukung Transisi Energi

Pertamina dan Sinopec Perkuat Kerja Sama untuk Mendukung Transisi Energi

Pertamina dan Sinopec Group meneken MoU untuk memperkuat kerja sama di bidang transisi energi yang mencakup berbagai kegiatan bisnis hulu-hilir hingga NRE. (Foto: Arsip Pertamina)

PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan Sinopec, perusahaan energi milik negara asal Tiongkok, sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen dalam transisi energi dan membuka peluang pengembangan bisnis skala global. Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dan Chairman Sinopec Group, Ma Yongsheng, yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada pekan lalu.

MoU tersebut mencakup kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari hulu dan hilir migas hingga pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Pada sektor hulu, kedua perusahaan sepakat memperluas kerja sama dalam pengembangan hidrokarbon non-konvensional, penerapan teknologi carbon capture utilization and storage (CCUS), enhanced oil recovery (EOR), hingga pengeboran ultra-dalam. Kegiatan riset dan pengembangan juga menjadi bagian penting dalam kerja sama ini.

Sementara itu, di sektor hilir, sinergi akan mencakup bisnis bahan bakar dan non-bahan bakar, termasuk pelumas, aviasi, petrokimia, serta transportasi dan logistik. Untuk sektor energi terbarukan, kedua pihak akan mengeksplorasi potensi pengembangan energi panas bumi, hidrogen, dan tenaga surya. Selain aspek teknis, kolaborasi juga diarahkan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dari kedua belah pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Nicke menegaskan pentingnya menjalin aliansi dengan mitra strategis untuk mempercepat pertumbuhan bisnis Pertamina di tengah tantangan perubahan iklim dan transisi menuju energi bersih.

“Kerja sama lintas negara merupakan strategi penting untuk menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim. Kolaborasi semacam ini memberikan ruang untuk pertukaran pengetahuan dan transfer teknologi demi mendukung pertumbuhan bisnis Pertamina yang berkelanjutan,” ujarnya.

Nicke juga menekankan bahwa Sinopec memiliki keunggulan di sejumlah teknologi energi masa depan, termasuk CCUS, petrokimia, hidrogen, serta pengembangan hidrokarbon non-konvensional. Hal ini membuka peluang bagi Pertamina untuk memperluas kompetensi dan cakupan bisnisnya.

Sebelumnya, Pertamina Hulu Energi anak usaha Pertamina telah menjalin kerja sama di sektor hulu dengan Sinopec. Penandatanganan MoU kali ini diharapkan dapat memperluas dan memperdalam kerja sama yang sudah terjalin.

Dalam pernyataannya, Ma Yongsheng menyatakan bahwa kerja sama yang saling menguntungkan menjadi landasan penting dalam menghadapi tantangan transisi energi global. Ia mendorong tim dari kedua perusahaan untuk segera membentuk mekanisme kerja sama dan menunjuk koordinator utama guna mempercepat pelaksanaan program kerja ke depan. Sinopec juga mengundang perwakilan senior Pertamina untuk mengunjungi ladang minyak Shengli, tempat di mana teknologi Sinopec dalam CCUS, shale oil & gas, dan energi terbarukan telah diterapkan.

Selain menandatangani MoU, Nicke juga menjadi pembicara utama dalam Forum Sinopec bertema “Managing the Energy Transition: Through Partnership and Collaboration”. Dalam paparannya, ia menyampaikan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjaga ketahanan energi nasional, seperti tingginya ketergantungan pada energi fosil, penurunan produksi minyak, dan meningkatnya permintaan energi dalam negeri.

Ia menekankan bahwa diversifikasi energi dan optimalisasi sumber daya lokal menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, sekaligus memperluas akses terhadap energi bersih dan terjangkau.

Nicke menjelaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global untuk transisi energi, serta memiliki kekayaan sumber daya energi terbarukan dan mineral penting seperti nikel, bauksit, dan tembaga. Hal ini menjadi peluang besar bagi Indonesia dalam mendukung pencapaian target global, termasuk Net Zero Emission (NZE).

Sebagai bagian dari perannya dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen untuk:

  1. Meningkatkan ketahanan energi nasional melalui perluasan kapasitas pasokan energi.

  2. Mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik untuk menekan defisit neraca perdagangan migas.

  3. Melaksanakan agenda dekarbonisasi dan transisi energi dengan mendirikan bisnis berbasis karbon rendah serta program efisiensi energi.

Nicke menyampaikan bahwa Pertamina telah merancang inisiatif strategis komprehensif yang mendukung target NZE 2060, termasuk dekarbonisasi operasional, inovasi teknologi rendah karbon, serta penguatan aspek keberlanjutan di seluruh lini bisnis melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Namun, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan pembiayaan awal, akses terhadap teknologi maju, dan kebutuhan peningkatan kapasitas SDM.

“Oleh karena itu, kemitraan strategis seperti yang dijalin dengan Sinopec menjadi fondasi penting untuk memastikan keberhasilan transisi energi di Indonesia,” ujar Nicke.

Setelah forum berlangsung, delegasi Pertamina diundang untuk mengunjungi proyek CCUS yang dikelola Sinopec di lapangan Shengli, serta fasilitas eksplorasi dan pengembangan hidrokarbon tidak konvensional. Kunjungan ini menjadi langkah lanjutan dalam memperdalam potensi kolaborasi teknis antara kedua entitas.

Sebagai pelopor transisi energi di Indonesia, Pertamina terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung target NZE 2060, sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan implementasi prinsip ESG di seluruh proses bisnisnya.

Sumber : Siaran pers resmi PT Pertamina (Persero)